hello guys this is the first time i will upload my short story in my blog so please read it :) ..
belum ada judul buat cerpen ini buat sementara sih judul nya dia aja karena perannya cuma dua orang dimana cerita tentang sepasang kekasih yang namanya Karren dan Adit,jadi yang penting baca dulu aja kalo suka sama cerita nya jangan lupa di like yoo.Sebenernya cerpen ini udah di buat dari tanggal 25 Juli 2014 wiih hampir sebulan tapi baru sempet disambung hari ini sekalian di share aja di blog hihihii...
add my fb : kukung indriani and follow my twitter @kukung_indriani
my instagram : @kukungindriani
Hari itu mungkin adalah hari yang paling di tunggu-tunggu
bagi sebagian orang yg ingin menggapai mimpinya seluruh perasaan begitu campir
aduk.Hati yang berdebar menunggu detik pengumuman kelulusan ujian seleksi masuk
universitas di luar negeri.
Dan saat hasil pengumuman keluar nampak sebuah nama yang
tercantum dalam daftar peserta yang lulus seleksi dan berhasil di terima di salah
satu universitas yang berada di Australia.Perasaan begitu terasa bahagia puji
syukur kepada Yang Kuasa pun tak hentinya terucap.
Entah apa yg tersirat dalam benak ini mengapa kebahagiaan
ini tercampuri oleh perasaan sedih.Apa yang membuat hati ini sedih? Dan apa
alasan hati ini bersedih pula?
Padahal sebuah impian telah tercapai yaitu lolos seleksi masuk
perguruan tinggi terbaik yang ada di luar negeri.Hmm luar negeri? Hmm mungkin
itu alasan mengapa aku bersedih.Adit kekasihku lah yang akan pergi kesana bukan
aku.
Aku akan berpisah jarak dengan nya dengan waktu yg cukup
lama.Ia akan pindah keluar negeri ia akan menjalani kehidupan baru nya sebagai
seorang mahasiswa di negara orang.Namun semua itu harus ku ikhlaskan karena aku
tak ingin menjadi penghambat bagi mimpi-mimpinya.
Banyak hal dan kenangan yang telah kita lalui bersama.Bahkan
tak jarang aku tertawa dalam peluknya tak jarang aku menangis dalam peluknya
pula.Apalagi semasa sekolah (kita flashback dulu aja ya) aku selalu teringat
saat setiap kali pulang sekolah ia selalu berdiri di depan kelas nya untuk
menungguku dan saat aku keluar dari kelas ku bersama teman-temanku ia datang
menghampiri sambil berkata “Ayo pulang” (datar bingitsss) dan aku hanya membalas
dengan sebuah senyuman sambil sesekali aku bercanda dan saling lempar ocehan
dengan teman ku.
Ia selalu mengantarkan aku pulang namun tak sampai ke rumah
hanya sampai gerbang depan perumahan.Setiap kali habis mengantarku ia tak
langsung pergi tetapi ia berhenti sejenak dan kita selalu menyempatkan waktu
untuk mengobrol sebentar atau bahkan hanya bercanda-canda kecil.Dan saat ia
ingin jalan pulang sambil memutar balikkan arah ia selalu berkata “Love you” yg
seketika membuat aku beku di tempat hingga membuat aku tertawa sambil membalas
ucapannya itu.
Di masa sekolah tak ada satu weeekend pun yang kita lalui
untuk bersama.Walaupun setiap hari kita bertemu di sekolah namun saat di
sekolah kita tidak seperti orang pacaran malah terlihat seperti tidak kenal
satu sama lain dan hanya berbicara saat pulang sekolah saat ia menghampiri ku
dan mengajakku untuk pulang.Hmm memang terdengar aneh.Maka dari itu seminggu
sekali kita selalu bertemu dan menghabiskan waktu berdua entah itu kita
jalan-jalan ke tempat rekreasi seperti ke pantai,danau,atau taman,lalu nonton
ke bioskop,bertamu ke rumah teman tanpa diundang atau bahkan ia hanya main ke
rumah ku.
Meskipun ia tak selalu bisa berada di sampingku dan disaat
aku membutuhkannya setidaknya aku bahagia karena ia bisa menjagaku hingga
membuat aku merasa kalau ia selalu disisiku.
Setiap hubungan memang tak selalu lurus seringkali ada
belokan terjal atau bahkan turunan yg curam.Tak terhitung pula berapa kali
seringnya kita bertengkar,marah-marahan dan saling menyalahkan (wow) hingga tak
jarang pula terlempar sebuah ucapan yg bisa mengakhiri hubungan kita(Oh My God
#sambil tepok jidat).Namun lagi-lagi ku percaya kekuatan cinta mampu
meruntuhkan segalanya.Saat kita tidak saling menghubungi dalam waktu hampir
1x24 (duuh ileeh udah kayak tamu wajib lapor RT tuh) salah satu diantara kita
selalu mengakhiri pertengkaran ini dengan sebuah ucapan sederhana yg ia
kirimkan lewat sms (waktu itu sih belum pake bb jadi masih jamannya smsan loh)
“Aku sayang kamu”.Dan saat aku membuka pesan di handphone ku pun tak terasa aku
sambil meneteskan air mata (korban sinetron nih kayak nya) dan membalas
ucapannya itu.
Betapa hebatnya sebuah kata ‘sayang’ bagi seorang manusia
karena hanya dengan satu kata itu mampu meluluhkan jutaan partikel rasa di
hati..Ciyeeee...
Namun tak terasa masa-masa sekolah telah berakhir kini anak
sekolah itu harus menentukan pilihan hidupnya masing-masing.Termasuk
teman-teman ku ada yang memutuskan untuk langsung bekerja,ada yang ingin
santai-santai dulu di rumah,ada yang berwirausaha,ada pula yang langsung
menikah (ngebet amat yak) dan ada juga yang melanjutkan ke jenjang pendidikan
yang lebih tinggi termasuk ‘dia’ yang menginginkan belajar di luar negeri.Aku
memang tidak tahu pasti alasan mengapa ia sangat menginginkan kuliah di luar
negeri padahal di Indonesia memiliki banyak universitas negeri maupun swasta
yang terbaik.Namun itulah faktanya setiap orang memiliki impian yang harus
mereka wujudkan apapun itu rintangannya demi sebuah impian mereka akan
menghadapinya.
Dan tibalah hari itu hari dimana ia harus berangkat ke
Australia untuk menjemput mimpi-mimpinya yang akan menjadi nyata.”Karren,aku
udah packing barang-barang kemungkinan nanti sore aku udah berangkat ke
Australi” ujar nya melalui telepon.Aku terdiam cukup lama sambil meneteskan air
mata namun sebisa mungkin aku harus menahan semua perasaan sedih ku.Ia tahu
sikap ku saat aku hanya terdiam dibalik telepon pasti aku sedang menangis “Kamu
nggak usah sedih aku janji,setelah lulus kuliah aku pasti balik ke Indonesia
dan kita bisa ketemu lagi” hiburnya.”Aku nggak sedih kok,tapi aku pengen banget
bisa ketemu kamu sebelum kamu pergi” ujarku “Tapi gimana aku nggak punya banyak
waktu kalo harus ke rumah kamu?” jawab dia dengan perasaan sedih.Aku tahu ia
pun sangat ingin bertemu denganku juga,setelah cukup lama kita bertelepon kita
akhiri perbincangan singkat kita itu.Dengan cepat aku pun nekat mengambil
keputusan aku harus menemui nya di bandara sebelum ia berangkat.
Tepat pukul
14.30 siang aku pergi dari rumah untuk menemui nya di bandara,dengan segera aku
pun langsung mengeluarkan mobil dari garasi rumah lalu aku pun berangkat
menyusul dia ke bandara tanpa sepengetahuannya.Dia tidak mengizinkan aku menemui
nya disana karena alasan jarak rumah ku ke bandara itu cukup jauh.Tapi tak ada
satu pun yang dapat menghalangi aku untuk pergi kesana kecuali takdir
Tuhan,justru karena tak ada yang mengetahui aku pergi ke bandara aku merasa
takut bila terjadi sesuatu padaku hingga aku tak bisa bertemu dengannya.
Aku melaju dengan kecepatan tinggi tak peduli dengan para
pengguna jalan yang lain setiap kali ada motor yang mencoba menyelak mobil ku
langsung aku klakson rambu-rambu lalu lintas pun seakan tak berguna bagiku yang
ada di pikiran ku hanyalah aku harus sampai bandara sebelum pesawat yang ia
tumpangi akan berangkat.Merasa bersalah dengan para pengguna jalan yang lain
karena keegoisan ku tapi apa daya segala emosi telah memuncak.
Setelah hampir satu jam setengah perjalanan aku pun tiba di
bandara,aku merasa lega karena aku dapat sampai di bandara dengan selamat
setelah apa yang aku lakukan di jalan raya tadi.Sambil memastikan keberadaannya
aku menunggunya di dalam mobil.Aku pun mengambil handphone dari tas ku dan
mencoba menelponnya dan tak lama ia pun mengangkat telepon dari ku “Kamu dimana
Dit?” tanyaku “Aku di kantin bandara lagi makan nih sambil nunggu
keberangkatan” “Aku sekarang di bandara aku lagi di parkiran aku baru aja
sampe” ujarku tegas “Em uhuk uhuk” sepertinya dia tersedak hingga ia batuk “Apa
kamu disini sama siapa Karren?” tanya nya kaget “Sendiri”,tiba-tiba telepon pun
terputus aku tahu ia pasti marah karena aku telah melanggar apa yang ia larang.
Di kejauhan dari dalam mobil aku pun memperhatikan seorang
laki-laki mengenakan jaket hitam yang sedang berjalan sambil menggendong
backpack dan menggeret koper.Hmm itu ‘dia’.Dia mengenali mobilku dan ia pun
menghampiri ku dengan segera aku pun keluar dari mobil ku dan menghampiri nya.Aku
hanya berdiam membeku dihadapannya sambil menahan sedih dalam hati sebisa
mungkin aku tahan tangisku agar aku tak meneteskan airmata di depannya karena
itulah janji ku pada diriku aku tak akan menangis saat bertemu dengannya karena
aku tak ingin membuatnya sedih dan berat meninggalkan ku.Dia menjatuhkan semua
barang bawaanya ke tanah lalu memelukku “Aku kan udah bilang kamu nggak perlu
kesini kamu tau kan kalo kamu kesini tuh jauh banget nanti kalo kamu cape terus
sakit gimana?” bisiknya padaku “Aku nggak peduli karena yang aku inginkan hari
ini hanyalah bertemu kamu dan menemani mu disini” jawabku lirih “Tapi kenapa
Karren?” “Karena aku nggak akan ngebiarin kamu sendiri disini Dit,aku akan
nemenin kamu” “Karren,kamu dengerin aku ya dimana pun aku berada aku nggak akan
pernah sendiri karena kamu ada kamu disini” ia menunjuk ke dada nya “Di hati
aku,inget ya kalo Karren akan selalu dihati Adit” ujarnya sambi mengusap
airmata ku.Aku telah melanggar janji pada diriku yang tak akan menangis di
depannya tapi tak ada yang bisa ku lakukan selain menangis meluapkan segala
kesedihan ku.
Dia pun menuntunku dan mengarah ke ruang tunggu,kami duduk
disana sambil menunggu waktu keberangkatan yang tinggal menghitung menit.”Kamu
harus terus capai impian kamu ya jangan menyerah untuk mendapatkan apa yang
kita inginkan dan jangan pernah berhenti berdoa untuk kelancaran
segalanya,karena tanpa ridho Allah kita nggak akan pernah bisa mendapatkan
apapun yang kita mau walaupun kita udah berusaha keras” ujarnya menasihati
ku.Ia memang selalu memberiku motivasi ia sangat tahu aku lemah saat aku
bersedih.Tiap kali ia berbicara aku hanya membalas nya dengan isyarat
menganggukkan kepala jika jawabanku iya dan menggelengkan kepala jika jawabanku
tidak.Bibirku seakan terkunci tak dapat berbicara karena aku terus menahan
sedih yang mendalam.Dia memang laki-laki yang hebat walaupun ia sedih tapi ia
tak menunjukkan kesedihannya di hadapan ku ia tetap tegar bahkan ia selalu
memberiku kekuatan padahal saat ini dia lah yang harus di beri kekuatan karena
betapa sedihnya yang ia rasakan banyak orang yang harus ia tinggalkan tak hanya
aku tapi ada kedua orang tuanya,sanak saudaranya,teman dan sahabatnya,dan semua
orang yang pernah ia kenal dalam hidupnya.
“Kamu nggak perlu sedih karena ini langkah awal aku untuk
sukses kan setelah aku sukses aku akan ngelamar kamu dan mita akan menikah,semua
yang aku lakuin ini nggak cuma buat diri aku sendiri kok tapi untuk kedua orang
tua aku dan untuk kamu” seru nya menghibur ku sambil mengusap kepala ku yang
sejak tadi bersandar di bahu nya.Ini adalah hal yang akan aku
rindukan.Bersandar di bahu nya yang nyaman.
Aku pun beranjak dan mengusap airmata ku “Hmm oke aku
percaya kalo kamu bisa,kamu juga jangan pernah putus asa aku akan selalu berdoa
untuk kamu” kata ku sambil menggenggam tangannya erat “Udah jam lima sekarang
kamu siap-siap kesana ya” ucap ku sambil tersenyum.Berat memang rasa nya bahkan
untuk tersenyum ikhlas pun aku tak mampu karena seluruh hatiku di selimuti
kesedihan.
“Pesawat Australia Airlines keberangkatan Australia akan
segera berangkat dimohon untuk seluruh penumpang tujuan Australia segera
merapat ke pesawat” bagian informasi pun telah mengumumkan tentang jadwal
keberangkatan pesawat.”Yaudah aku kesana ya,kamu langsung pulang hati-hati
dijalan” ia pun langsug menggamblok tas nya dan bersiap-siap aku hanya
menganggukan kepala.Ia pun masih menggenggam erat tanganku begitu pula aku
seakan tak ingin melepaskannya.
“Karren I Love You,semoga kita sukses” ujar nya sambil
melepaskan genggaman ku dengan berat hati “Love you too Adit” balasku.Tepat
pukul 17.10 kita pun berpisah disini,di bandara ini.Aku berdiri lemas sambil
terus mengisak tangis dan terus memperhatikan langkahnya hingga ia memasuki
kabin pesawat,ia terlihat sibuk membantu petugas memasukkan barang-barang
penumpang ke dalam bagasi pesawat lalu ia meletakkan semua tas dan kopernya di
dalam bagasi pesawat setelah itu ia menaiki anak tangga untuk memasuki
pesawat.Ia menghentikan langkahnya sejenak di depan pintu pesawat sebelum ia
memasukinya,ia pun menoleh ke arahku sambil melemparkan sebuah senyuman
terakhir yang manis namun menyedihkan.Airmata ku terus mengalir deras membasahi
pipiku sambil membalas senyum nya hingga akhirnya ia telah berada di dalam
pesawat.
Pesawat pun telah bersiap untuk terbang,sedikit demi sedikit pesawat itu melayang,pukul 17.35
pesawat itu pun terbang sempurna di udara bersama dirinya yang ikut terbang
menjemput sejuta impian nan jauh disana dan meninggalkan sejuta kenangan disini
di tempat ini dan di hati ini.
Aku menyadari akan selalu ada pertemuan dan akan selalu ada
perpisahan,dan saat kita bertemu dengan sesuatu maka kita harus siap juga
berpisah dengan sesuatu itu.Pertemuan selalu terjadi karena Allah dan akan
dipisahkan juga oleh Allah.Namun itulah hidup akan selalu silih berganti datang
dan pergi.
See you !! :’)