My blog

Jumat, 22 Agustus 2014

Cerpen 'Dia'


hello guys this is the first time i will upload my short story in my blog so please read it :) ..

belum ada judul buat cerpen ini buat sementara sih judul nya dia aja karena perannya cuma dua orang dimana cerita tentang sepasang kekasih yang namanya Karren dan Adit,jadi yang penting baca dulu aja kalo suka sama cerita nya jangan lupa di like yoo.Sebenernya cerpen ini udah di buat dari tanggal 25 Juli 2014 wiih hampir sebulan tapi baru sempet disambung hari ini sekalian di share aja di blog hihihii...
add my fb : kukung indriani and follow my twitter @kukung_indriani
my instagram : @kukungindriani


Hari itu mungkin adalah hari yang paling di tunggu-tunggu bagi sebagian orang yg ingin menggapai mimpinya seluruh perasaan begitu campir aduk.Hati yang berdebar menunggu detik pengumuman kelulusan ujian seleksi masuk universitas di luar negeri.
Dan saat hasil pengumuman keluar nampak sebuah nama yang tercantum dalam daftar peserta yang lulus seleksi dan berhasil di terima di salah satu universitas yang berada di Australia.Perasaan begitu terasa bahagia puji syukur kepada Yang Kuasa pun tak hentinya terucap.

Entah apa yg tersirat dalam benak ini mengapa kebahagiaan ini tercampuri oleh perasaan sedih.Apa yang membuat hati ini sedih? Dan apa alasan hati ini bersedih pula?
Padahal sebuah impian telah tercapai yaitu lolos seleksi masuk perguruan tinggi terbaik yang ada di luar negeri.Hmm luar negeri? Hmm mungkin itu alasan mengapa aku bersedih.Adit kekasihku lah yang akan pergi kesana bukan aku.

Aku akan berpisah jarak dengan nya dengan waktu yg cukup lama.Ia akan pindah keluar negeri ia akan menjalani kehidupan baru nya sebagai seorang mahasiswa di negara orang.Namun semua itu harus ku ikhlaskan karena aku tak ingin menjadi penghambat bagi mimpi-mimpinya.
Banyak hal dan kenangan yang telah kita lalui bersama.Bahkan tak jarang aku tertawa dalam peluknya tak jarang aku menangis dalam peluknya pula.Apalagi semasa sekolah (kita flashback dulu aja ya) aku selalu teringat saat setiap kali pulang sekolah ia selalu berdiri di depan kelas nya untuk menungguku dan saat aku keluar dari kelas ku bersama teman-temanku ia datang menghampiri sambil berkata “Ayo pulang” (datar bingitsss) dan aku hanya membalas dengan sebuah senyuman sambil sesekali aku bercanda dan saling lempar ocehan dengan teman ku.
Ia selalu mengantarkan aku pulang namun tak sampai ke rumah hanya sampai gerbang depan perumahan.Setiap kali habis mengantarku ia tak langsung pergi tetapi ia berhenti sejenak dan kita selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol sebentar atau bahkan hanya bercanda-canda kecil.Dan saat ia ingin jalan pulang sambil memutar balikkan arah ia selalu berkata “Love you” yg seketika membuat aku beku di tempat hingga membuat aku tertawa sambil membalas ucapannya itu.
Di masa sekolah tak ada satu weeekend pun yang kita lalui untuk bersama.Walaupun setiap hari kita bertemu di sekolah namun saat di sekolah kita tidak seperti orang pacaran malah terlihat seperti tidak kenal satu sama lain dan hanya berbicara saat pulang sekolah saat ia menghampiri ku dan mengajakku untuk pulang.Hmm memang terdengar aneh.Maka dari itu seminggu sekali kita selalu bertemu dan menghabiskan waktu berdua entah itu kita jalan-jalan ke tempat rekreasi seperti ke pantai,danau,atau taman,lalu nonton ke bioskop,bertamu ke rumah teman tanpa diundang atau bahkan ia hanya main ke rumah ku.

Meskipun ia tak selalu bisa berada di sampingku dan disaat aku membutuhkannya setidaknya aku bahagia karena ia bisa menjagaku hingga membuat aku merasa kalau ia selalu disisiku.
Setiap hubungan memang tak selalu lurus seringkali ada belokan terjal atau bahkan turunan yg curam.Tak terhitung pula berapa kali seringnya kita bertengkar,marah-marahan dan saling menyalahkan (wow) hingga tak jarang pula terlempar sebuah ucapan yg bisa mengakhiri hubungan kita(Oh My God #sambil tepok jidat).Namun lagi-lagi ku percaya kekuatan cinta mampu meruntuhkan segalanya.Saat kita tidak saling menghubungi dalam waktu hampir 1x24 (duuh ileeh udah kayak tamu wajib lapor RT tuh) salah satu diantara kita selalu mengakhiri pertengkaran ini dengan sebuah ucapan sederhana yg ia kirimkan lewat sms (waktu itu sih belum pake bb jadi masih jamannya smsan loh) “Aku sayang kamu”.Dan saat aku membuka pesan di handphone ku pun tak terasa aku sambil meneteskan air mata (korban sinetron nih kayak nya) dan membalas ucapannya itu.
Betapa hebatnya sebuah kata ‘sayang’ bagi seorang manusia karena hanya dengan satu kata itu mampu meluluhkan jutaan partikel rasa di hati..Ciyeeee...

Namun tak terasa masa-masa sekolah telah berakhir kini anak sekolah itu harus menentukan pilihan hidupnya masing-masing.Termasuk teman-teman ku ada yang memutuskan untuk langsung bekerja,ada yang ingin santai-santai dulu di rumah,ada yang berwirausaha,ada pula yang langsung menikah (ngebet amat yak) dan ada juga yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi termasuk ‘dia’ yang menginginkan belajar di luar negeri.Aku memang tidak tahu pasti alasan mengapa ia sangat menginginkan kuliah di luar negeri padahal di Indonesia memiliki banyak universitas negeri maupun swasta yang terbaik.Namun itulah faktanya setiap orang memiliki impian yang harus mereka wujudkan apapun itu rintangannya demi sebuah impian mereka akan menghadapinya.

Dan tibalah hari itu hari dimana ia harus berangkat ke Australia untuk menjemput mimpi-mimpinya yang akan menjadi nyata.”Karren,aku udah packing barang-barang kemungkinan nanti sore aku udah berangkat ke Australi” ujar nya melalui telepon.Aku terdiam cukup lama sambil meneteskan air mata namun sebisa mungkin aku harus menahan semua perasaan sedih ku.Ia tahu sikap ku saat aku hanya terdiam dibalik telepon pasti aku sedang menangis “Kamu nggak usah sedih aku janji,setelah lulus kuliah aku pasti balik ke Indonesia dan kita bisa ketemu lagi” hiburnya.”Aku nggak sedih kok,tapi aku pengen banget bisa ketemu kamu sebelum kamu pergi” ujarku “Tapi gimana aku nggak punya banyak waktu kalo harus ke rumah kamu?” jawab dia dengan perasaan sedih.Aku tahu ia pun sangat ingin bertemu denganku juga,setelah cukup lama kita bertelepon kita akhiri perbincangan singkat kita itu.Dengan cepat aku pun nekat mengambil keputusan aku harus menemui nya di bandara sebelum ia berangkat.
Tepat pukul 14.30 siang aku pergi dari rumah untuk menemui nya di bandara,dengan segera aku pun langsung mengeluarkan mobil dari garasi rumah lalu aku pun berangkat menyusul dia ke bandara tanpa sepengetahuannya.Dia tidak mengizinkan aku menemui nya disana karena alasan jarak rumah ku ke bandara itu cukup jauh.Tapi tak ada satu pun yang dapat menghalangi aku untuk pergi kesana kecuali takdir Tuhan,justru karena tak ada yang mengetahui aku pergi ke bandara aku merasa takut bila terjadi sesuatu padaku hingga aku tak bisa bertemu dengannya.
Aku melaju dengan kecepatan tinggi tak peduli dengan para pengguna jalan yang lain setiap kali ada motor yang mencoba menyelak mobil ku langsung aku klakson rambu-rambu lalu lintas pun seakan tak berguna bagiku yang ada di pikiran ku hanyalah aku harus sampai bandara sebelum pesawat yang ia tumpangi akan berangkat.Merasa bersalah dengan para pengguna jalan yang lain karena keegoisan ku tapi apa daya segala emosi telah memuncak.

Setelah hampir satu jam setengah perjalanan aku pun tiba di bandara,aku merasa lega karena aku dapat sampai di bandara dengan selamat setelah apa yang aku lakukan di jalan raya tadi.Sambil memastikan keberadaannya aku menunggunya di dalam mobil.Aku pun mengambil handphone dari tas ku dan mencoba menelponnya dan tak lama ia pun mengangkat telepon dari ku “Kamu dimana Dit?” tanyaku “Aku di kantin bandara lagi makan nih sambil nunggu keberangkatan” “Aku sekarang di bandara aku lagi di parkiran aku baru aja sampe” ujarku tegas “Em uhuk uhuk” sepertinya dia tersedak hingga ia batuk “Apa kamu disini sama siapa Karren?” tanya nya kaget “Sendiri”,tiba-tiba telepon pun terputus aku tahu ia pasti marah karena aku telah melanggar apa yang ia larang.

Di kejauhan dari dalam mobil aku pun memperhatikan seorang laki-laki mengenakan jaket hitam yang sedang berjalan sambil menggendong backpack dan menggeret koper.Hmm itu ‘dia’.Dia mengenali mobilku dan ia pun menghampiri ku dengan segera aku pun keluar dari mobil ku dan menghampiri nya.Aku hanya berdiam membeku dihadapannya sambil menahan sedih dalam hati sebisa mungkin aku tahan tangisku agar aku tak meneteskan airmata di depannya karena itulah janji ku pada diriku aku tak akan menangis saat bertemu dengannya karena aku tak ingin membuatnya sedih dan berat meninggalkan ku.Dia menjatuhkan semua barang bawaanya ke tanah lalu memelukku “Aku kan udah bilang kamu nggak perlu kesini kamu tau kan kalo kamu kesini tuh jauh banget nanti kalo kamu cape terus sakit gimana?” bisiknya padaku “Aku nggak peduli karena yang aku inginkan hari ini hanyalah bertemu kamu dan menemani mu disini” jawabku lirih “Tapi kenapa Karren?” “Karena aku nggak akan ngebiarin kamu sendiri disini Dit,aku akan nemenin kamu” “Karren,kamu dengerin aku ya dimana pun aku berada aku nggak akan pernah sendiri karena kamu ada kamu disini” ia menunjuk ke dada nya “Di hati aku,inget ya kalo Karren akan selalu dihati Adit” ujarnya sambi mengusap airmata ku.Aku telah melanggar janji pada diriku yang tak akan menangis di depannya tapi tak ada yang bisa ku lakukan selain menangis meluapkan segala kesedihan ku.

Dia pun menuntunku dan mengarah ke ruang tunggu,kami duduk disana sambil menunggu waktu keberangkatan yang tinggal menghitung menit.”Kamu harus terus capai impian kamu ya jangan menyerah untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan jangan pernah berhenti berdoa untuk kelancaran segalanya,karena tanpa ridho Allah kita nggak akan pernah bisa mendapatkan apapun yang kita mau walaupun kita udah berusaha keras” ujarnya menasihati ku.Ia memang selalu memberiku motivasi ia sangat tahu aku lemah saat aku bersedih.Tiap kali ia berbicara aku hanya membalas nya dengan isyarat menganggukkan kepala jika jawabanku iya dan menggelengkan kepala jika jawabanku tidak.Bibirku seakan terkunci tak dapat berbicara karena aku terus menahan sedih yang mendalam.Dia memang laki-laki yang hebat walaupun ia sedih tapi ia tak menunjukkan kesedihannya di hadapan ku ia tetap tegar bahkan ia selalu memberiku kekuatan padahal saat ini dia lah yang harus di beri kekuatan karena betapa sedihnya yang ia rasakan banyak orang yang harus ia tinggalkan tak hanya aku tapi ada kedua orang tuanya,sanak saudaranya,teman dan sahabatnya,dan semua orang yang pernah ia kenal dalam hidupnya.

“Kamu nggak perlu sedih karena ini langkah awal aku untuk sukses kan setelah aku sukses aku akan ngelamar kamu dan mita akan menikah,semua yang aku lakuin ini nggak cuma buat diri aku sendiri kok tapi untuk kedua orang tua aku dan untuk kamu” seru nya menghibur ku sambil mengusap kepala ku yang sejak tadi bersandar di bahu nya.Ini adalah hal yang akan aku rindukan.Bersandar di bahu nya yang nyaman.
Aku pun beranjak dan mengusap airmata ku “Hmm oke aku percaya kalo kamu bisa,kamu juga jangan pernah putus asa aku akan selalu berdoa untuk kamu” kata ku sambil menggenggam tangannya erat “Udah jam lima sekarang kamu siap-siap kesana ya” ucap ku sambil tersenyum.Berat memang rasa nya bahkan untuk tersenyum ikhlas pun aku tak mampu karena seluruh hatiku di selimuti kesedihan.

“Pesawat Australia Airlines keberangkatan Australia akan segera berangkat dimohon untuk seluruh penumpang tujuan Australia segera merapat ke pesawat” bagian informasi pun telah mengumumkan tentang jadwal keberangkatan pesawat.”Yaudah aku kesana ya,kamu langsung pulang hati-hati dijalan” ia pun langsug menggamblok tas nya dan bersiap-siap aku hanya menganggukan kepala.Ia pun masih menggenggam erat tanganku begitu pula aku seakan tak ingin melepaskannya.

“Karren I Love You,semoga kita sukses” ujar nya sambil melepaskan genggaman ku dengan berat hati “Love you too Adit” balasku.Tepat pukul 17.10 kita pun berpisah disini,di bandara ini.Aku berdiri lemas sambil terus mengisak tangis dan terus memperhatikan langkahnya hingga ia memasuki kabin pesawat,ia terlihat sibuk membantu petugas memasukkan barang-barang penumpang ke dalam bagasi pesawat lalu ia meletakkan semua tas dan kopernya di dalam bagasi pesawat setelah itu ia menaiki anak tangga untuk memasuki pesawat.Ia menghentikan langkahnya sejenak di depan pintu pesawat sebelum ia memasukinya,ia pun menoleh ke arahku sambil melemparkan sebuah senyuman terakhir yang manis namun menyedihkan.Airmata ku terus mengalir deras membasahi pipiku sambil membalas senyum nya hingga akhirnya ia telah berada di dalam pesawat.

Pesawat pun telah bersiap untuk terbang,sedikit demi sedikit pesawat itu melayang,pukul 17.35 pesawat itu pun terbang sempurna di udara bersama dirinya yang ikut terbang menjemput sejuta impian nan jauh disana dan meninggalkan sejuta kenangan disini di tempat ini dan di hati ini.

Aku menyadari akan selalu ada pertemuan dan akan selalu ada perpisahan,dan saat kita bertemu dengan sesuatu maka kita harus siap juga berpisah dengan sesuatu itu.Pertemuan selalu terjadi karena Allah dan akan dipisahkan juga oleh Allah.Namun itulah hidup akan selalu silih berganti datang dan pergi.

See you !! :’)